Adakah Upaya Pencegahan Trypophobia? Inilah Penjelasannya

Setiap orang pasti mempunyai rasa takut karena sesuatu, tetapi apabila rasa takut yang dialami cenderung berlebihan terutama terhadap hal-hal yang berada di luar dirinya, kondisi ini sering disebut fobia. Salah satu fobia yang paling dibicarakan adalah trypophobia, fobia melihat kumpulan lubang kecil atau berongga. Lalu, apakah fobia ini bisa dicegah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Penyebab Trypophobia

Orang-orang yang mengalami gejala trypophobia biasanya dipicu oleh gambar-gambar tertentu dari kelompok-kelompok kecil, lubang tidak beraturan, dan benda yang berongga-rongga. Sumber fobia yang seperti ini dapat menyebabkan banyak respons tubuh pengidap fobia.

Berbagai gambar pemicu tersebut sebenarnya dikaitkan dengan sugesti dan memori dari pengidap, sehingga mereka bisa sampai ketakutan, jijik, atau panik saat melihat objek atau visualisasinya. Dikutip dari doktersehat.com, berbagai penyebab trypophobia adalah evolusi manusia, ingatan mengenai hewan berbahaya, ingatan mengenai penyakit menular, respons terhadap karakteristik visual, dan mempunyai masalah mental.

Beragam penyebab fobia ini memang berbeda dengan respons yang berbeda pula. Hal ini dipengaruhi oleh seberapa kuat dan seberapa sering penderita melihat sumber fobianya. Mengingat cukup banyaknya penyebabnya, pencegahan trypophobia harus segera dilakukan agar fobianya tidak semakin parah. Hal ini terkait dengan sugesti dan pola pikir dari pengidapnya yang harus diubah menjadi normal atau tidak punya rasa takut atau cemas yang berlebihan.

Gejala yang Dialami Penderita Trypophobia\

Trypophobia bisa menimbulkan gejala yang berkaitan dengan rasa takut, jijik, atau keduanya. Sebuah penelitian juga menunjukkan bahwa banyak orang melaporkan rasa jijik yang lebih besar dibandingkan dengan rasa takut. Dalam hal ini, penderita akan merasa jijik, geli, dan merinding, setelah melihat sumber fobianya.

Selain gejala umum tersebut, terdapat gejala tambahan lainnya yang bisa dialami pengidap fobia. Mereka akan merinding geli disertai dengan kepanikan setelah beberapa saat kemudian. Tubuh juga berkeringat dan detak jantung lebih cepat. Rasa mual dan muntah akan dialami jika reaksi fobianya memang parah. Inilah mengapa pencegahan trypophobia sangat dibutuhkan untuk menghindari timbulnya gejala yang berlebihan.

Perlu Anda ketahui, gejala yang berlebihan dari pengidap fobia ternyata bisa menyebabkan reaksi komplikasi. Pada penderita trypophobia yang parah, terdapat komplikasi berupa depresi yang disebabkan ketakutan dan kepanikan yang berlebihan terhadap sumber fobianya setelah melihatnya. Detak jantungnya juga bisa makin cepat dan tindakan yang harus dilakukan adalah memberinya terapi relaksasi agar kembali normal.

Bagaimana Mencegah Trypophobia?

Terkait dengan pencegahan trypophobia, adalah upaya yang bisa dilakukan? Sejauh ini, trypophobia tidak dapat dicegah. Akan tetapi, terdapat upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah gejala yang timbul. Dengan penerapan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur selama 30 menit sehari, mengonsumsi makanan sehat yang bergizi, dan tidur selama 7-8 jam semalam, tubuh akan mampu mengontrol reaksinya saat melihat sumber fobia. Gejala gangguan kecemasan dan ketakutan yang berlebih bisa diatasi saat trypophobia menyerang.

Berbagai upaya pencegahan timbulnya gejala trypophobia yang berlebihan memang sangat membantu mengontrol kondisi tubuh itu sendiri. Dengan menekan gejala yang timbul atau dirasakan pengidap fobia, tidak akan terjadi reaksi berlebihan yang bisa sampai menyebabkan komplikasi. Jadi, depresi akibat rasa takut, jijik, atau panik yang berlebihan bisa dihindari. Detak jantung juga tetap cepat kembali normal dengan perlawanan terhadap gejala yang dilakukan oleh pengidap fobia itu sendiri.

 

Sumber Artikel:

www.honestdocs.id

doktersehat.com

www.gadis.co.id

 

Sumber Gambar:

www.alodokter.com

kentuckysportsradio.com

 

Read More Kesehatan